Tradisi SUPER VOLCANO Indonesia: Ditemukan Gunungapi di Perairan Bengkulu

Jika menilik pada lokasi Indonesia yang terletak pada 2 jalur gunung api, Mediteran dan Pasifik, sangat wajar jika di Indonesia ditemukan banyak gunungapi. Berkaca pada hal itu dan berita di kompas saya jadi ingat sebuah film berjudul “SUPER VOLCANO”. Super volcano atau super volcanic eruption adalah gunungapi atau letusan gunungapi yang tidak diketemukan dijaman sejarah (wikipedia). Dengan kata lain, letusan ini terjadi dijaman pra-sejarah.

Menurut Nasca, letusan Super Volcano terakhir terjadi sekitar 75ribu tahun yang lalu, yaitu Gunungapi Toba (VIE8, Volcanic Explosion Index level 8). Prof.Ray cas menyatakan letusan ini memuntahkan 1000 kubik kilometer (menurut wikipedia + 2800 kubik kilometer) matarial, debu, debris dan gas ke udara yang mengakibatkan tertutupnya seluruh permukaan bumi oleh debu dan gas. Kejadian ini juga mengakibatakan Global Cooling atau pendinginan global (Gathorne-Hardy, 2003). Merujuk pada beberapa sumber, suhu dunia saat itu turun dan mengakibatkan Ice Age (Rampino and Self, 1992,  Rampino and Self, 1993), beberapa sumber menyebutkan penurunan hingga 21 derajad. Rampino, 2002, menyebutkan penurunan suhu yang terjadi adalah sebesar 3-5 derajad dan sekitar 15 derajad pada lintang tinggi untuk kurun waktu beberapa tahun.

Berikut perbandingan Gunungapi toba, Yellowstone dan St.Helens. (www.articlesextra.com), dari perbandingan ini dapat dikatakan bahwa toba adalah gunung api terbesar di dunia.

Toba

Gunungapi super yang lain yang ada di Indonesia adalah Gunungapi Tambora (Wikipedia) (VIE7). Menurut library.thinkquest.org, letusan ini mengakibatkan 10.000 korban meninggal dan 82.000 meninggal akibar kelaparan dan penyakit. Letusan ini terjadi pada April 1815. Kurang lebih 130 kubik kilometer material dimuntahkan oleh Gunungapi Tambora dan merubah ketinggan Gunungapi dari 4500msl menjadi 2850msl (library.thinkquest.org).  Beberapa sumber menyebutkan bahwa letusan ini terasuk letusan terbesar dalam catatan sejarah manusia, terdengar hingga sumatera (2000km), menyebabkan anomaly iklim global. Pada tahin 1816, dikenal sebagai A year without summer, karena effect dari letusan ini terasa hingga eropa dan amerika utara. Gagal panen dan ternak-ternak yang mati menyebabkan tahun ini adalah the worst famine of the 19th century.

Selain itu, kita masih memiliki gunungapi super lain, yaitu Gunungapi Krakatoa (VIE6). Gunungapi ini meletus terakhir pada Agustus 1883, dengan kekuatan lestusan setara dengan 2000 megaton TNT (13.000 kali lebih besar dari bom nuklir hirosima) (Wikipedia). Letusan ini memuntahkan kurang lebih 21 kubik kilometer material, dan letusan terdengar hingga ke Pert, Australia (3.110 km). Setelah letusan tersebut, Gunungapi Krakatoa mulai aktiv lagi pada tahun 1927, dan membentuk kembali kepulauan Rakata, masyarakat sekarang menyebutnya sebagai Anak Krakatoa.

Dari beberapa uraian diatas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa Indonesia memang Negara dengan sejarah Super volcano yang lumayan panjang. Mungkin saja temuan baru, Gunungapi dasar laut yang dengan tinggi 4,6km dan lebar kawah 50 km merupakan bagian dari keluarga besar Gunungapi super di Indonesia. Kita tunggu hasil penelitian selanjutnya.

Reference
http://en.wikipedia.org/wiki/Supervolcano
http://www.nasca.org.uk/supervolcano/supervolcano.html
http://www.freerepublic.com/focus/f-news/1376352/posts
http://www.articlesextra.com/toba-supervolcano-indonesia.htm

http://library.thinkquest.org/17457/volcanoes/effects.tambora.php
Gathorne-Hardy, F. J. and Harcourt-Smith, W. E. H. (2003) The super-eruption of Toba, did it cause a human bottleneck? Journal of Human Evolution, 45, 227-230.
Rampino and Self, 1992 M.R. Rampino and S. Self, Volcanic winter and accelerated glaciation following the Toba super-eruption. Nature 359 (1992), pp. 50–52.
Rampino and Self, 1993. M.R. Rampino and S. Self, Climate-volcanic feedback and the Toba eruption of 74,000 years ago. Quaternary Research 40 (1993), pp. 269–280.

Rampino, 2002. M.R. Rampino, Supereruptions as a Threat to Civilizations on Earth-like Planets. Icarus 156 (2002), pp. 562–569.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: