Banjir Bandung…

Bandung yang terkenal dengan lagu “Bandung Lautan Api” pernah mengalami plesetan judul lagu menjadi “Bandung Lautan Banjir” seperti dirilis kompas.com.

topobandung Sumber: Wikimapia.org

Bila kita pandang dari kacamata geomorfologi, Bandung termasuk dalam zona tengah pulau jawa (jawa dibagi menjadi 3 zona, zona selatan, tengah dan utara) yang merupaka zona busur gunungapi dan zona amblesan. Bandung sendiri, merupakan zona amblesan yang sering dikenal dengan Basin Bandung atau Cekungan Bandung dengan dikelilingi oleh beberapa gunung antara lain di sebelah utara terdapat Gunung Burangrang, Gunung Sunda, Gunung Tangkuban Parahu, Bukit Tunggul, dan Gunung Putri; di selatan terdapat Gunung Patuha, Gunung Tilu, Gunung Malabar, Gunung Mandalawangi; bagian barat terdapat Perbukitan Kapur Rajamandala dan di bagian timur terdapat  Gunung Manglayang. Topografi bandung dapat dilihat seperti dibawah ini:

topobandung2 Sumber: Wikimapia.org

Dari gambar diatas kita bisa sedikit mendapat gambaran mengenai topografi Cekungan Bandung. Dengan kondisi ini, maka dipastikan bahwa air hujan yang jatuh di sekitar Bandung akan dialirkan menuju sungai utama. Dengan kondisi topografi yang sedemikian rupa, menejemen DAS (Daerah Aliran Sungai) yang tepat dan perencanaan dan penerapan penggunaan lahan yang tepat sangat diperlukan guna menanggulangi banjir. Masih merujuk pada kompas:

“Sungai Citarum yang rusak akibat mismanajemen lingkungan dari pemerintah. Akibatnya, daerah seperti Kertasari, Majalaya, Baleendah, hingga Margaasih mengalami pencemaran lingkungan berat disertai banjir yang mengancam tiap musim hujan.” sumber: Kompas.com

Mismanajemen lingkungan ditengarai menjadi penyebab utama banjir yang terjadi di Bandung. Gambar dibawah ini menunjukkan gambaran umum penggunaan lahan di Basin Bandung.

satteliteSumber: Wikimapia.org

sattelite4Sumber: Wikimapia.org

Terlihat pada gambar diatas bahwa tutupan lahan banyak didominasi oleh permukiman atau bangunan pada basinnya dan tutupan lahan lain di daerah pegunungannya. Dengan menggunakan bantuan Google Earth, kita bisa mencoba melihat secara detain tutupan lahan yang terdapat di lereng-lereng sekitar basin.

sattelite2Sumber: Google Earthsattelite3

Sumber: Google Earthsattelite5Sumber: Google EarthBeberapa gambar diatas memberkan gambaran kepada kita bahwa tutupan lahan pada daerah-daerah dengan kemiringan lereng yang signifikan masih belum sesuai dengan peruntukannya. Walau beberapa masih ditanami vegetasi tinggi, namun banyak lahan yang digunakan untuk pertanian lahan kering dan banyak lahan gundul.

Terlepas dari isu climate change, untuk mengatasi banjir di daerah Bandung, cara yang paling tepat adalah Manajemen DAS yang terpadu, mulai dari penggunaan lahan, social activity, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: